Keterangan:
Makalah ini terutama menguraikan jawaban atas berbagai kemungkinan masalah dalam proses penggilingan baja.
kata kunci:
goresan termal pada *work roll*, *intermediate roll*, dan *support roll*; pra-kompresi
Produk terkait:रोलिंग मिल रोल
1. Bagaimana cara mengatasi lekukan pada permukaan strip?
- Jika terdapat lekukan selama proses penggilingan, segera hentikan mesin dan jangan lanjutkan proses penggilingan.
- Perhatikan posisi lekukan serta panjang rentang lekukan tersebut untuk menentukan pada rol mana lekukan itu muncul.
- Periksa *work roll*, *intermediate roll*, dan *support roll*. Pastikan apakah terdapat pengurangan material (*meat loss*) pada rol tersebut.
- Ditemukan bahwa posisi indentasi terlalu pendek; periksa rol penghilang minyak.
2. Apa saja penyebab putusnya strip?
- Material yang masuk memiliki cacat kualitas yang serius, seperti bekas tekanan pada tepi material, tepi yang meluap (berlebih), proses pengawetan asam (pickling) yang kurang atau berlebihan, ketebalan yang tidak merata, serta bentuk pelat yang bergelombang di bagian tepi maupun tengah, dan sebagainya; kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan putusnya material (strip).
- Kegagalan peralatan, baik yang berkaitan dengan kelistrikan, sistem kendali, maupun sistem hidrolik. Beberapa contoh yang umum terjadi antara lain fluktuasi tegangan, hilangnya tegangan, serta gangguan pada sistem hidrolik atau sistem emulsi.
- Kegagalan operasional berupa putusnya pelat atau strip akibat insiden saat proses berlangsung cukup sering terjadi. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor: penyimpangan posisi strip atau cacat pada material yang masuk tidak segera dideteksi dan ditangani; pemilihan rencana lintasan (pass plan) yang tidak tepat; deformasi pada lintasan yang terlalu besar; tekanan pengerolan yang tinggi sehingga bentuk pelat sulit dikendalikan; tegangan sebelum dan sesudah lintasan yang terlalu besar sehingga menyebabkan strip putus; serta fluktuasi ketebalan pada lintasan akhir yang tidak segera diatasi melalui penyesuaian atau pengurangan kecepatan.
- Sabuk putus akibat pecahnya rol
3. Apa yang harus dilakukan setelah pita putus?
Setelah terjadi putus sabuk (strip), segera hentikan mesin, keluarkan potongan baja dari dalam rangka, lalu tarik keluar rol tengah (rol penyangga) dari rol kerja untuk memeriksa apakah rol tersebut mengalami perlengketan atau kerusakan. Jika ditemukan kerusakan, gantilah rol tersebut. Bersihkan pula sisa-sisa potongan baja yang tertinggal di dalam rangka mesin. Periksa poros penggerak utama dan pin pengaman pada mesin giling (rolling mill) untuk memastikan tidak ada bagian yang patah; jika ditemukan kerusakan, segera lakukan penggantian. Kecepatan penggilingan untuk gulungan pertama setelah penggantian rol tidak boleh terlalu tinggi, dan kualitas permukaan pelat baja harus diperiksa dengan saksama.
4. Bagaimana goresan termal dapat terjadi?
Karena laju aliran emulsi terlalu kecil selama proses pengerolan kecepatan tinggi, panas yang dihasilkan tidak dapat segera disalurkan keluar. Akibatnya, suhu rol meningkat, lapisan minyak emulsi pada permukaan pelat logam (strip) menjadi rusak, dan permukaan pelat tersebut mengalami goresan. Selain itu, saat rol mengalami selip pada kecepatan tinggi, terjadi gesekan relatif antara pelat logam dan rol, yang juga menimbulkan goresan akibat panas (thermal scratches). Goresan jenis ini memiliki kedalaman yang dangkal pada permukaan pelat logam dan hampir tidak terasa saat diraba.
5. Bagaimana cara mengendalikan goresan akibat panas?
- Tingkatkan aliran emulsi.
- Turunkan suhu emulsi tersebut.
- Terdapat banyak penyebab terjadinya selip pada rol saat beroperasi dengan kecepatan tinggi, salah satunya berkaitan dengan ketepatan input data diameter rol. Selain itu, selip juga bisa disebabkan oleh perbedaan arus yang terlalu besar antara rol kerja bagian atas dan bagian bawah.
Apakah tingkat kekasaran pada rol penopang bagian tengah seragam? Apakah gaya penekan terlalu kecil? Dan sebagainya.
6. Bagaimana goresan keras bisa terjadi?
Jika *work roll* (rol kerja) digunakan terlalu lama, kekasaran permukaannya akan berkurang, sementara deformasi pada *pass* (tahapan pengerolan) terlalu besar. Kondisi ini menyebabkan rol tergelincir pada permukaan *strip* (lembaran logam), yang dengan mudah menimbulkan goresan keras (*hard scratches*). Umumnya, goresan keras muncul pada bagian *strip* yang mengalami deformasi besar, misalnya pada *pass* ke-1 atau ke-2. Pada kondisi tersebut, goresan keras tampak lebih nyata dan memiliki kedalaman yang lebih dalam.
7. Bagaimana cara mengatasi goresan dalam (berat) dalam 1 hingga 2 kali lintasan?
Jika tingkat kekasaran rol rendah, rol tersebut tidak diganti tepat pada waktunya. Lakukan pengendalian terhadap goresan keras yang terjadi pada lintasan pertama dan kedua dengan cara sebagai berikut.
- Pertama, tingkatkan tegangan pada sisi keluaran strip dan kurangi tegangan pada sisi masukan strip.
- Saat menjalankan mesin giling, jangan memberikan tekanan hingga material menjadi terlalu tipis; sebaliknya, tingkatkan tekanan secara bertahap sampai ketebalan yang diinginkan tercapai.
- Jangan langsung mengurangi kecepatan saat melakukan pengurangan kecepatan, guna menghindari fluktuasi ketebalan. Deformasi berlebihan akibat fluktuasi ketebalan tersebut dapat menyebabkan goresan.
- Selama proses pengerolan, pada permukaan baja lembaran muncul garis-garis horizontal yang tampak licin; ketebalan keluaran harus segera diubah untuk mengurangi tingkat deformasi. Lakukan penggantian rol setelah tahapan pengerolan ini.
8. Apa peran dari pra-kompresi?
- Hilangkan tekanan rol.
- Anggaplah gaya pengerolan yang ditampilkan sebagai gaya yang benar-benar diberikan pada pelat logam tersebut.
- Hal ini memungkinkan perwujudan tampilan celah rol.
- Nilai celah pada kedua sisi rol dapat dibuat pada dasarnya sama, dan perbedaan celah di antara rol-rol tersebut dapat dikurangi.
9. Apa signifikansi dari tahap pra-kompresi?
- Setelah penggantian rol selesai, sistem akan beralih dari status penggantian rol ke status penggilingan; kemudian, setelah proses pembongkaran (unloading) dilakukan, sistem akan beralih ke status celah rol terbuka (open roll gap). Saat melakukan pra-penekanan (pre-pressing), celah rol harus dalam kondisi terbuka. Karena proses pra-penekanan telah selesai, celah rol akan terbuka secara otomatis hingga mencapai 20 cm. Oleh karena itu, sistem harus berada dalam status celah rol terbuka agar pra-penekanan dapat dilakukan.
- Langkah pertama adalah memilih layar pra-penekanan (pre-pressing) pada komputer kendali AGC.
Langkah kedua dilakukan saat posisi celah rol mencapai 20 cm. Atur gaya gilas ke angka nol. Hilangkan tekanan rol serta sisa gaya gilas. Dengan cara ini, gaya gilas yang terukur akan mencerminkan gaya gilas aktual selama proses pra-penekanan, dan celah di kedua sisi rol tidak akan menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Langkah ketiga adalah menerapkan pra-kompresi melalui gaya gilas (rolling force). Umumnya, terapkan terlebih dahulu gaya gilas yang kecil, misalnya 200T. Alasannya, kecepatan pada kedua sisi silinder bisa berbeda saat digunakan untuk pra-kompresi. Jika gaya gilas yang diterapkan terlalu besar, ada kemungkinan gaya tersebut akan menekan ke satu sisi terlebih dahulu. Jika rol tertekan keluar dari dudukannya (pit), terapkanlah gaya gilas yang kecil terlebih dahulu untuk menyeimbangkan posisi silinder.
Langkah keempat adalah memasukkan nilai pengaturan celah rol, yaitu nilai celah rol saat tertutup selama proses pengerolan normal.
Mulailah melakukan penekanan pada langkah kelima. Ketika gaya tekan/gilas mencapai nilai yang telah ditetapkan sebesar 200T, kembalilah ke langkah pertama dan masukkan kembali gaya tekan yang besar, agar deformasi pada rangka (archway) serta gaya deformasi pada rol dapat dihilangkan.
Langkah keenam adalah menekan hingga mencapai posisi tekanan konstan. Saat nilai gaya gilas (rolling force) yang dimasukkan telah tercapai pada posisi tekanan konstan tersebut, sistem emulsi diaktifkan dan kecepatan penggilingan ditetapkan sebesar 200 meter.
Hal ini dapat membuat gaya giling pada sisi volume menjadi sedikit lebih realistis. Buatlah setiap gaya deformasi menjadi seragam. Putar mesin giling selama setengah menit.
Langkah ketujuh adalah berhenti ketika gaya giling pada kedua sisi sudah sama, lalu lanjutkan ke langkah berikutnya untuk mengatur ulang posisi silinder di kedua sisi tersebut.
Langkah kedelapan mengakhiri pra-kompresi.