Cacat bentuk pelat
1. Pembuatan bevel (beveling), pengawetan (pickling), penggilingan (rolling), penyelesaian akhir (finishing), dan sebagainya. Merujuk pada pembuatan bevel pada gulungan baja atau strip saat pemangkasan bagian tepinya.
2. Kelengkungan seperti sabit (sickle bending) pada proses pengerolan dingin, perataan, dan penghalusan: Hal ini terjadi akibat gaya pengerolan pada kedua sisi pelat yang tidak seimbang, waktu respons gaya pengerolan yang lambat, celah antar-rol yang tidak seragam (pengaturan celah rol yang kurang tepat), atau kepadatan serta kekerasan bahan baku yang tidak merata.
3. Bentuk gelombang (yang terbagi lagi menjadi gelombang satu sisi, gelombang ganda, gelombang menengah, gelombang miring, dll.) terjadi akibat ketidakseragaman densitas dan kekerasan bahan baku, respons yang lambat dalam penyesuaian gaya gilas maupun gaya lentur rol selama proses pengerolan, atau fluktuasi tegangan yang berlebihan pada pelat atau pita baja. Selain itu, perbedaan diameter yang besar antara rol atas dan rol bawah juga dapat menyebabkan timbulnya gelombang.
4. Melengkung (Buckling): Selama proses pengerolan panas, pengerolan dingin, penghalusan, dan perataan, terdapat ketidakseragaman densitas atau kekerasan pada arah ketebalan bahan baku, yang mengakibatkan plastisitas yang tidak merata pada sisi atas dan bawah pelat baja.
Cacat tipe gulungan
1. Proses crimping tipe menara
2. Proses pembentukan tonjolan (bulge crimping): Tepian sabuk baja yang sangat tipis membentuk tonjolan pada gulungan baja selama proses pelipatan (crimping) yang berlangsung secara berkelanjutan.
3. Proses *crimping* (penjepitan) pada *drum lug*: Untuk gulungan baja galvanis, jika bagian tepinya terlalu tebal, kedua ujung gulungan dapat menggembung selama proses penggulungan.
Cacat ukuran
1. Toleransi ketebalan, proses pengerolan, pengendalian pengerolan yang tidak akurat, dll.
2. Pemotongan lebar (menggunakan penggaris pendek): Penyebab ketidakakuratan pemotongan atau cacat pada tepi bahan baku
3. Panjang berada di luar toleransi, proses pemotongan pelat baja, faktor yang memengaruhi akurasi pengendalian, dan sebagainya.